Di sini

aku memetik seikat angin yang lewat berbondong di depanku
yang kutemukan adalah gurat nadi di telapak

aku mengikat sekawanan awan yang menghalangi udara yang kuhembus
yang menamparku adalah matahari

aku melaju di atas sekeping air yang mendekatiku dalam bah yang luka
yang menyentuhku adalah urap nafas dewa

maka aku diam saja di sini
di sini yang adalah tak di mana-mana

Published by Ucu Agustin

Indonesian documentary filmmaker based in Washington DC, United States, and Jakarta, Indonesia.

Leave a comment