Semalam, Bercinta Dengan Rembulan…

Tentu saja ia datang malam-malam
Menyesap puting susuku
Menyesah rindu terpurba dari bibirku
Menimbulkan erangan-erangan
Saat kami melakukan tarian dalam selimut malam

Kau dan aku
Kami bercinta dalam biluran cahaya

Dan ketika matahari menjilati jendela
Bulan pamit
Meninggalkan bekas-bekas pagutan di dada
Bilur-bilur biru pekat
Serupa rinduku yang sudah lekat
Padahal ia baru pergi, jam tujuh pagi

Bercinta dengan rembulan selalu membuatku ketagihan

*
Miss you already…

Published by Ucu Agustin

Indonesian documentary filmmaker based in Washington DC, United States, and Jakarta, Indonesia.

Leave a comment