Story 2
Terbengkalai
Cerita tentang mereka:
Gadis-gadis kecil yang dilahirkan di tempat-tempat yang tak ada seserpih kasih.
Mereka tumbuh bersama orang-orang asing yang datang dan pergi…
Gadis1:
Dia dilahirkan di kapal ferry antar pulau.
Pada sebuah malam yang bagus, tanpa diketahui siapapun.
Ibunya konon pergi dengan gelombang pasang,
ayahnya sesekali menjenguknya dalam bentuk burung camar.
Ia makan dari rasa kasian orang-orang di pelabuhan dan para awak
yang kadang membelikannya sandang atau topi-topi dari antar pulau.
Gadis kapal itu tak pernah punya rumah. Halaman yang ia kenal adalah geladak.
Dan ia tak mengenali lemari. Satu-satunya harta yang ia tahu adalah kain sarung yang selalu ada padanya. Ia tak mengerti arti kasih dan kasihan, baginya dunia adalah menyaksikan orang-orang
masuk ke kapal dan keluar seperti buntalan makanan yang tak bisa disempalkannya di mulut
kalau ia sedang terkena mabuk laut…
Gadis2:
Dia dilahirkan di Rumah Sakit….
Gadis3:
Dia dilahirkan di kebun binatang.
Kisahnya diadaptasi menjadi cerita film oleh seorang pembuat film independent.
Ia menceritakan kisahnya yang baginya biasa saja tersebut ke majalah kelas dunia setelah film yang ditulis berdasarkan kisahnya tersebut masuk ke sundance film festival.
Sang gadis terobsesi dengan jerapah.
Kenapa? Karena jerapah adalah mahluk paling angkuh yang pernah dikenalnya.
Jerapah tak seperti dirinya yang selalu mau membagi kisah dan pada akhirnya itu ia lakukan untuk 2 hal: supaya ia bisa kembali pada dirinya dan untuk uang….


