Yaaaayyyyyyyy!!!!
Sepagi ini senangnya akuuuu..
Sepagi ini senangnya akuuuu..
Gara-gara belum ada pulsa dan masih nggak sempat keluar, lalu membalas sms ariani by twitter, dan melihat blognya rantje di sana, maka jadilah aku mampir ke blognya http://arianidarmawan.net/ dan menemukannnn…. Dararararararaaaaaaaaaaaammmm!!!!
Tulisan rantje di bawah ini sangat ‘menggerakkan’ aku *halah! (secara semalam sampai subuh sahur tadi kita ngedit di rumah si teteh dan ini lagi ngedit pulak~ :D)
Tenang, tenang. Ini bukan tulisan propaganda, dan saya bukan aktivis LSM. Saya hanya ingin menuliskan fakta-fakta hitam di atas putih (bahasa filmnya: BW/Color di atas layar 16:9) tentang sinema.
Sudah menjadi hakikatnya, bahwa:
- Sinema adalah perubahan, karena ia adalah gambar yang berganti 24 kali setiap detiknya.
- Sinema adalah perubahan, karena ia membawa kita menyusupi ruang-ruang tiga dimensional. Dari pagar rumah hingga ruang keluarga, dari tanah Sumatera hingga langit negeri Belanda.
- Sinema adalah perubahan, karena ia mendekatkan kita pada realita, walau kadang menjauhkan. Yang benar mungkin salah, dan keduanya adalah relatif.
- Sinema adalah perubahan, karena ia mampu mengubah masa lalu jadi kini atau nanti. Menggulung flashback ribuan tahun dalam malam yang sama.
- Sinema adalah perubahan, karena ia menciutkan hari jadi menit, menerbangkan puluhan tahun dalam 2×60. Dan ingat slow motion? 5 detik pun terasa terlalu lama.
- Sinema adalah perubahan, karena ia membawa kita mengitari sudut kamar, mendongak mencari suara burung di atas pohon, atau menatap kosong kesepian.
- Sinema adalah perubahan, karena ia mengubah gelap jadi terang, warna jadi abu, yang ragu semakin percaya, juga semua sebaliknya.
- Sinema adalah perubahan, karena ia berubah bentuk setiap saat. Detak jam bisa berarti jantung yang berdegup. Muka manusia jadi kedok serigala.
- Sinema adalah perubahan, karena ia mampu mengusir rasa sedih dan sombong. Kita berempati, berdecak kagum, marah: mencoba mengerti mereka yang bukan kita.
- Dan terutama… Sinema adalah perubahan, karena ia senantiasa mendambakan perubahan: Sebuah dunia yang menjadi lebih baik.
Ini tautan ke tulisan aslinya:
http://arianidarmawan.net/sinema-adalah-perubahan/comment-page-1/#comment-760

