Pernahkah merasa sedih?
Apa yang kau lakukan bila perasaan bikin gila itu datang?
Cuma melihat bintang?
Menangis sendiri di antara gumpalan bantal?
Di dunia nyata, seseorang akan melenyapkan dirinya di internet,
sengaja nyasar ke tempat yang menyenangkan, lupa sesaat akan deraan peasaan
yang bikin hari serasa selalu berat dan na’as tersebut.
yang bikin hari serasa selalu berat dan na’as tersebut.
Seseorang yang lain akan naik ke gunung,
merasa lebih dekat dengan langit, menyapa angin,
dan lalu tersekap sedih yang semakin dalam.
dan lalu tersekap sedih yang semakin dalam.
Alih-alih melarikan diri kepada kesendarian yang makin lekat,
seorang kesepian yang lainnya lagi akan mencoba membaur
dan mengamalkan wejangan yang mengatakan,
“jangan menyendiri saat kau merasa sendiri. Bergabunglah dengan
kegembiraan saat kau merasa kesedihan melamarmu untuk menjadi sahabat”.
dan mengamalkan wejangan yang mengatakan,
“jangan menyendiri saat kau merasa sendiri. Bergabunglah dengan
kegembiraan saat kau merasa kesedihan melamarmu untuk menjadi sahabat”.
Percaya akan wejangan yang entah datang dari siapa tersebut, seseorang itu akan menekan nomor telpon, atau mengirim pesan di group BBM, mencoba menghalau sepi dan sedih dan berpikir bahwa perasaan itu bukan perasaan yang datang dari dirinya semata tapi juga karena alam sedang tidak begitu enak badan… – alasan yang jadi aliby untuknya hingga menghubungi orang-orang- lalu saat ia berada di antara orang2 tersebut.. yang terjadi adalah kesedihan dan perasaan sepi serta sendiri justru semakin tajam. Menghunus-hunus ulu hati hingga diri meniada dan dengan begitu orang-orang yang ada juga menjadi hilang.
Dalam keramaian itu kita semakin merasa sendiri…
Dalam kesendirian itu, keramaian serta perasaan ceria seolah adalah sebuah tempat yang sangat jauh yang tak pernah bisa kita jangkau jaraknya, yang begitu sulit untuk bisa mencapainya, yang tak ada tiket untuk sampai ke pulau ‘bahagia’ tersebut dan memang tak ada mata uang yang nilai tukarnya terbaik sekalipun yang mampu membawa kita pada keceriaan otentik dan tak bisa dibuat-buat yang sebenarnya tempatnya ada begitu dekat: di dalam diri kita.
Sedih dan sendiri, teman…
adalah bagian dari proses manusia menjadi manusia, sepertinya.
Bagian dari menjadi entitas yang terdampar di dunia ‘ada’ yang tak fana.
Apa kabar kalian yang tak pernah dilahirkan?
Aku kini sedang merasa sangat kesepian…
![]() |
| [sendiri adalah bagian dari menjadi ‘kita’: sang manusia #di terminal-3 bandara soeta, pagi yang tak begitu murung di sini, tapi hilang kharisma]
|
![]() |
| [tak ada lagikah sarapan yang lebih ‘nyampah’?] |
Lagu tema dalam situasi ‘keadaan diri’ saat ini adalah dari si imut JB. Thank you sugar, for creating this song. Lagu ini bikin aunty-mu ini merasa semakin sedih tapi juga terhibur….



Nyablak di twitter itu paling enak mba loh…Btw feednya saya pasang yak.
LikeLike
loh komentar sya gak langsung muncul toh. tadi saya nulis komentar, saya suka perasaan yang dimuncul di sini. jadi pengen sepi, pengen ke yogya kembali, menikmati pagi dg segelas kopi
LikeLike
ditunggu knjugan baliknya
LikeLike
jadi bener-bener ngerasa bisa ngeliat kesepian itu kyk apa setelah baca tulisan ini. selama ini, cuma bisa ngerasakannya doang.
LikeLike