![]() |
Ini Masih seputar Conspiracy Of Silence.
Kebetulan baru awal Februari ini diminta Jason (Tedjasukmana – pemberi grant untuk produksi dokumenter COS saya) untuk bikin laporan atau tulisan singkat tentang kepergian saya ke Madrid tanggal 30 November – 6 Desember 2011 yang lalu. Jadi saya tulislah laporan dibawah…
Iseng-iseng dan dilihat-lihat, jadi mikir, kenapa nggak sekalian di upload aja deh di Blog.
So, this is it…
So, this is it…
______________
Desember 2011 adalah bulan yang cukup penuh untuk pemutaran Conspiracy Of Silence atau kita sebut saja COS (untuk mempersingkat redaksi). Film yang dalam Bahasa Indonesia berjudul KONSPIRASI HENING dan produksinya didanai grant dari JFCC tersebut, di penghujung 2011 diputar di tiga festival:
- Masuk dalam sesi kompetisi pada Festival Film Dokumenter [FFD] Yogyakarta yang diselenggarakan pada 2-10 Desember
- Diputar bersama sejumlah film dari South East Asia di Luang Prabang Film Festival, Laos, pada 3-10 Desember
- Diputar bersama film-film sutradara perempuan dari Spanyol, Mexico dan Amerika, di Cine Politoco Dirigido Por Mujeres Film Festival di Madrid – Spanyol pada tanggal 1-4 Desember
![]() |
| Konspirasi Hening dalam kompetisi film dokumenter panjang FFD 2011 |
FFD di Yogya selalu menarik buat saya. Di sana banyak sekali para penggiat dan komunitas film dokumenter yang selalu bisa dijadikan teman berbagi untuk membicarakan segala hal dari mulai film (baik itu dokumenter maupun bukan), isu sosial yang lagi hangat, kuliner party yang hits, dan jalan-jalan serta sesekali menyenggol gosip-gosip yang lagi menyebar di scene seni Yogyakarta. Film dokumenter Antologi AT STAKE dimana saya turut membikin salah satu film pendek di dalamnya, pernah menang di Festival Film Dokumenter ini pada tahun 2009.
![]() |
| Andai bisa menyaksikan pemutaran film ini di ruang terbuka di Luang Prabang sana… |
Luang Prabang juga sebuah tarikan daya pikat yang lain. Saya belum pernah ke Laos dan sangat ingin mengetahui bagaimana kehidupan di sana serta seperti apa Luang Prabang Film Festival yang baru berusia 2 tahun, diadakan di site UNESCO, tapi sudah meng-klaim diri sebagai festival film ASEAN tersebut. Pasti seruuu deh!, begitu pikir saya. Tapi banjir di Thailand waktu itu, serta ketidak-tahuan rute apa yang harus ditempuh untuk bisa sampai ke sana, membuat saya agak cukup khawatir juga siyh, dan akhirnya memutuskan untuk tidak jadi berangkat. Tak ada pesawat yang langsung bisa sampai di Luang Prabang, katanya. Semua orang merekomendasikan untuk menempuh perjalanan dengan terbang ke Thailand, dari Thailand lalu nyambung by bus ke Luang Prabang.
So, Madrid-lah pilihan yang akhirnya saya jatuhkan untuk saya kunjungi.
De Cine Politoco Dirigido Por Mujeres Film Festival atau Festival Film Politik (yang disutradarai) Sutrada Perempuan, adalah festival yang sangat intim dan kecil. Setiap tahunnya hanya memutar 8 film saja dan 8 Film tersebut terdiri dari 4 film dari sutradara perempuan Spanyol, dan 4 film lainnya dari sutradara perempuan di luar spanyol. Hanya saja pada fesival mereka yang ketiga ini, saya lihat ada 12 film yang diputar, 4 film dari luar spanyol, dan selebihnya datang dari negeri tempat para matador tersebut berasal. 4 film di luar spanyol tersebut adalah:
- Mesir, ‘PROHIBIDO’ : tentang journey sutradara perempuan Amal Ramsis yang selama 3 bulan sebelum revolusi Mesir pada tanggal 25Januari 2011 meletus, melakukan perekaman dengan bertanya pada masyarakat sipil di Mesir tentang apa yang dilarang dalam society mereka.
- Mexico ‘BAHO EL MISMO SOL’ : disutradarai oleh Shula Erenber dan menceritakan tentang korban genocide serta kejahatan kemanusiaan di Meksiko
- USA ‘CIGARETTE CANDY’ : Film fiksi pendek yang bercerita tentang seorang remaja bintara yang taruma yang oleh keluarganya ditekan untuk berperan dan pura-pura menjadi pahlawan pada saat kedatangannya di rumah setelah perang. Film ini disutradarai oleh Lauren Wolkstein.
- Indonesia, ‘CONSPIRACY OF SILENCE’ : tentang malpraktek dan gagalnya sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang terjadi di Indonesia.
![]() |
| Plaza Matadero: Sekarang menjadi pusat kegiatan modern art di Madrid |
![]() |
| Disini dulu par amatador membunuh banteng-banteng perkasa itu. |
![]() |
| Cineteca merupakan salah satu tempat dari kompleks seni Plaza Matadero |
![]() |
| Ada juga ruang konferensi di dalam cineteca. Setelah screening, live event dan on air acara TV dan radio juga kerap diadakan di sini. |
![]() |
| Pintu gerbang Matadero |
Bertempat di Cineteca yang merupakan bagian dari Plaza El Matadero (sebuah kompleks luas yang dulunya merupakan bangunan tempat diadakannya pertandingan tempur antara para matador dan banteng ganas spanyol, yang kini dialih-fungsikan menjadi gedung pusat kesenian komtemporer Madrid), De Cine Politoco Dirigido Por Mujeres Film Festival berlangsung. Festival ini dibuka pada tanggal 1 Desember dengan film ‘Las Constituyentes’ atau ‘’The Constituents’ yang merupakan film dokumneter pertama tentang 27 protagonis perempuan dalam konstitusi 78 di Spanyol yang berbicara tentang permasalahan politik dari sudut pandang perempuan, dan ditutup padatanggal 4 Desember dengan Conspiracy Of Silence, film dokumenter dari Indonesia yang saya kawal.
Selama 4 hari, dimulai dari pukul 19.30, film-film politik yang disutradarai oleh para perempuan itu dimulai. Screening terbagi dua yakni jam 19.30 dan 21.30. Masing-masing pemutaran selalu dimulai dengan film pendek.
Sebagai satu-satunya film dokumenter panjang yang tidak di-dubing dalam bahasa Spanyol, COS mendapat sambutan yang cukup lumayan. Dalam artian, ketika QnA berlangsung, masih tersisa sekitar 15 orang penonton. Pemutaran pada pukul 21.30 biasanya memang sepi penonton. Dan nahasnya, meski pada hari pemutaran – 4 Desember, awalnya saya cukup optimis melihat sekitar 40-an orang hadir di screening film jam 19.30, tapi ternyata harapan itu harus pupus karena hampir setengah dari penonton tersebut pulang setelah screening pertama. Hihi. Cuaca sedang dingin di Madrid, antara 5 sampai minus 2 derajat setiap harinya. Transportasi umum seperti Metro, beroperasi sampai jam 12.30am, “Tapi kenapa mereka buru-buru pergi?” tanya saya pada Vera – satu dari hanya 2 orang volunteer yang membantu pada festival tersebut. “Seperti yang anda lihat, memang selalu sepi kan, screening film dokumenter di atas jam21.30 disini?” ucapnya. Saya hanya mengangkat bahu sambil tersenyum.
Seperti di Indonesia, orang di Madrid sangat sedikit yang fasih berbahasa Inggris, ternyata. Inggris saya yang belepotan pun, saat di Madrid jadinya tampak oke dan tak mengalami hambatan. Luis Miguel dari Panitia festival Cine Politoco Dirigido Por Mujeres, membantu saya menerjemahkan bahasa Inggris saya ke Bahasa Spanyol dalam sesi Q&A.
![]() |
| Luis Miguel saat menerjemahkan tarzan english saya :p |
Yang membuat saya takjub dari festival kecil ini adalah kenyataan bahwa festival tersebut hanya di-organize oleh dua orang. Ana Laura Diaz dan Luis Miguel Rodriguez, adalah inisiator festival film ini dan hanya mereka berduapula lah yang mengatur segala persiapan festival dan hal-hal teknis lainnya. Baru, ketika menjelang acara berlangsung, Ana merekrut dua orang volunteer, dan Vera – mahasiswi Ciudad University semester-6 yang kerap menemani saya, adalah salah satu dari dua orang volunteer tersebut.
![]() |
| Vera – Ana – Ucu – Duh, si mbak yang satu lagi lupa namanya… |
Meski mengeluhkan krisis ekonomi Eropa yang terjadi di penghujung 2011 dan sangat berdampak pada festivalnya, tapi Ana dengan di-support partner in crime-nya, Luis Miguel, dengan segala cara tetap mengupayakan festival para sutradara perempuan yang film-filmnya bernuansa politik ini tetap ada. “Cinema dan atau film, adalah cara menafsir dan menceritakan realitas. Dalam realitas, yang penting dan yang akan selalu dihitung adalah yang memiliki kekuasaan. Oleh karena itu, dan juga karena kurangnya perempuan dalam posisi kunci kekuasaan dan ranah kreatif, harus ada seseorang yang bertanya tentang apa dampak dari ketiadaan perempuan dalam hal tersebut, juga dampak dari ketiadaan perempuan di ‘layar’. Karena semua itu, pada akhirnya merefleksikan deskripsi yang diberikan dunia terhadap kemanusiaan” Begitu terang Ana, seperti yang bisa dibaca pada keterangan profile Facebook Cine Politoco Dirigido Por Mujeres.
Saya senang dan terhormat pernah berada di sana.
*Plaza de Legazpi 4Desember 2011*
















