Hope "The Perfect Day"

jadi baiklah…
ceritanya saya sedang sibuk membuat film dokumenter tentang pers dan media di Indonesia
nafas, cinta, energi, kesah, galau dan bahagia saya sedang tertunpah ke sana
waktu untuk nulis di blog ini?
terampas sudah, lah…
kenapa semacam seluruh energi di ruah ke sana untuk project kali ini?
dalam iklim orang mengenal pancaroba
dalam hari yang datang dan pergi, orang mengenal pintu-pintu kesempatan
dalam waktu yang terlipat dan terbuka, ada celah-celah dimana kita masih punya keberuntungan atau justru kemungkina kita ditemui kado-kado pandora yang  justru akan bikin kita ketimpa sial kalau dibuka.
bukan saya kali ini yang beruntung,
tapi project ini…

ini pertama kali saya dapat funding tapi tiba-tiba saya jadi pusing.
orang-orang di skeitar saya pada ngeledekin,
“nggak dapat funding, pusing. dapat funding, pusing juga! maunya gimanaa?”

yah maunya gimana?
gimana ya maunya?

maunya…..

maunya aku bikin film bagus
bikin sesuatu yang bisa berarti nanti
yang keren, lah! pokoknya.

dan karena keinginan mengawang-awang itu,
karena harapan akan diri sendiri seperti itu, maka jadilah….
saya push diri saya terlalu berat

stress
pusing
sampai kepala botak 
terjadi dan mengakumulasi di body

sumpah! saya sepertinya kemarin itu sempat ‘burn out’
pantes saja rambut-rambut jadi pada rontok dari kulitnya

nggak percaya?
nih liat fotonya 

dulu saya memang kerap dapat pitak pitak di kepala. katanya, karena ada penyumbatan pembuluh darah di kepala. tapi rambut-rambut itu pun numbuh lagi, tapi itak-pitak itu pun muncul lagi. terutama bila sedang stress dan underpresser..
saya tuh orangnya suka push hard
tentu saja, mahluk yang paling pertama saya perlakukan begitu adalah body dan diri saya
selanjutnya, orang-orang yang bekerja di samping kanan kiri 
karena kalau sedikit saja, 
sedikit saja saya renggang dan kehilangan kontak dengan apa yang sedang secara fokus saya kerjakan, saya sangat khawatir yang terjadi adalah… kendor! 
ngeri kalau sebuah kekendoran yang benar-benar akan mengakibatkan hal yang tak pernah saya inginkan. ngeri kalau sedikit saja saya pergi sebentar dari project ini, saya nggak bisa balik lagi. ngeri kalau saya agak sering senang-senang diluar sana, saya bisa pergi begitu saja.. mengejar hal yang diri saya anggap  “menyenangkan” itu…
tapi mungkin juga saya salah dengan terlalu mengikat diri pada disiplin kuat yang penuh dibumbui keinginan untuk menjadi ‘yang bagus atau terbagus’ kayak kemarin. terlalu keras juga tak sehat. kasian saya…
pusing sendiri
sakit sendiri
nyiksa diri sendiri
tapi gimana?
ini… 
nerima uang funding ini…
rasanya kok jadi beban banget ya?
rasanya semacam saya harus perform dan semacam memiliki perasaan untuk sangat bertanggungjawab dan comitted pada project ini. gila! dari 20 penerima hibah, cuma saya satu-satunya yang pakai nama individu! sedang yang lain..? tentu semuanya lembaga, NGO atau atas nama komunitas. dan saya rasa… karena nama sendiri – personal – sorangan yang dibawa itulah, saya jadinya ‘neken’ banget diri saya dan berasa sangat harus harus harus BERTANGGUNGJAWAB terhadap suksesnya project film yang biaya produksi saya dapatkan dari grant ini.
HHHhhhhh…
[narik nafas sendiri panjang panjang]
baiklah, 
saya pikir tanggungjawab dan commitment memang harus,
membikin project jadi bagus secara output juga kudu,
tapi mungkin mestinya saya bisa lebih santai dan rileks aja kali ya…
Hhhhm…
ya!
mungkin kali ini saya harus bikin yang sederhana…
yang simple saja
tak terlalu berambisi, tapi memiliki isi 
bikin yang ingin saya bikin
yang membuat saya senang dan bahagia melakukan dan mengerjakannya
yang membuat saya bangga juga nanti kalau kelar dan selesai produk jadinya
yang membuat saya menghargai proses prosesnya…
toh,
saya juga tetap harus bersenang-senang dan merasa senang dalam mengerjakan project ini bukan? :p
di mayday tahun ini: 2012. bersama salah satu protagonis saya, jurnalis perempuan yang juga adalah teman lama: luviana. *ayoooo.. yang mana yang luvi, ayoooo :p

Affan Diaz, seorang teman – camera person saya untuk project doc tahun ini. ada gurita konglomersi media di tengah kita!
Maka,  ke beberapa teman, sengaja dan tak sengaja saya datang. Maka, dalam beberapa encounter entah lewat tatap muka atau cuma dengan memulung kata dari twitter yang berserak sembarang, beberapa kalimat yang ada di bawah, berhasil saya kumpulkan dan mungkin….
yah sangat mungkin…, 
itulah kalimat-kalimat  yang jadi salah satu panduan kreatif saya untuk membikin project dokumenter yang menyita waktu dan perhatian saya di tahun 2012 ini. Kalimat-kalimat penggugah dan penyemangat yang membuat saya merasa jadi lebih ringan dan tetap senang meski sedang mengerjakan project dengan tuntutan yang tak gampang.

###
Kata kata lucky ttg membuatlah yang sederhana.
Ucapan2 bettina braun di workshop tentang feeling, go under dan deeper.
Joko anwar tentang buatlah yg tidak biasa.
FLYING ANNE yang sangat istimewa dan emosional
GASLAND yang puitik dan  memberi sentuhan personal
Arfan, tentang berilah pengalaman bercinema pada audience kita..
###
I‘ll try…,
I’ll try
dan mari berharap pada datangnya ‘the perfect day’  
yup darling! media is not god and media is not human also! it is: industry.

Published by Ucu Agustin

Indonesian documentary filmmaker based in Washington DC, United States, and Jakarta, Indonesia.

Leave a comment