Ini entahlah berita sedap atau justru tak sedap.
Pembuat film bernama Chris Barret lah yang mungkin harus saya complain karena dia telah bikin waktu sahur saya yang biasanya selow di Jakarta, tiba-tiba berubah menjadi waktu subuh yang serius untuk meng-googling.
Saya lagi facebook-an dan mengganti profile picture saya di sana saat tiba-tiba kalimat itu saya tangkap di wall facebokk the racionalist [ https://www.facebook.com/RationalInstance ]. Tertera begini di wall tersebut:
First arrest captured on Google Glass points to a “Little Brother” future.
Wohoooo!!!
First arrest captured on Google Glasss?
Siapa yang upload? Kayak gimana tuh penangkapannya? Siapa yang kena tangkep?
Dan yang paling penting, siapa itu si dedek alias the ‘little brother’ yang disebut dalam arikel tersebut serta adek dari siapakah dia si Google Glass tersebut? Yang ternyata oh ternyata… setelah saya baca artikel itu di http://arstechnica.com/business/2013/07/first-arrest-captured-on-google-glass-points-to-a-little-brother-future/ mengerti dan pahamlah saya maksudnya….
Mungkin saja! yup! mungkin banget si Google Glass ini di masa yang akan datang bisa banget jadi adeknya si NSA – sistem yang meng-atasnamakan keamanan negara lalu tiba-tiba merasa ber-hak dan memiliki licence untuk masuk dan mengintai ke kehidupan pribadi orang-orang dan mengusik hak privasi, sebuah sistem yang kemarin di antara teman-teman penggiat aktivisme di Jakarta sini ramai-ramai dibahas karena intervensinya yang gede, bisa menyelusup ke publik privasi, dan udah pulak disetujui sama raksasa pengusaha bisnis internet seperti google dan facebook tapi masih ditolak sama twitter.
Maka karena penasaran pengen tahu kayak apa sih video yang di-klaim sebagai video ‘penangkapan’ pertama yang tercapture oleh Google Glass, jadilah saya mengikuti apa yang telah dilakukan si independent filmmaker bernama Chris Barret ini ke link youtube-nya dan melihat apa yang dia rekam di tanggal 4 Juli 2013 di Jersey Shore broadwalk di amerika sama.
Ini tulis dia di pengantar videonya yang telah di-hit lebih dari setengah juta orang dalam waktu 5 hari :
See?
Anda liat sendiri kan tulisannya?
Terutama di bagian yang paling bawah itu lho…
“This video is proof that Google Glass will change citizen journalism foverer”
Sama seperti yang ditekankan oleh Cyrus Farivar yang menulis artikel di artstecnica, saya juga tertegun membaca tulisan yang kayaknya ditulis dengan sangat bangga dan jadi kayak semacam statement tersendiri dari si peng-upload video tersebut. Mungkin dia seneng banget kali yak karena video nya yang biasa-biasa saja bisa sampai dilihat oleh lebih sari setengah juta orang, atau mungkin dia pengen banget kali yak tuk dapat perhatian dari si Google dan bermimpi mungkin suatu hari dia bisa di-endorse sama company raksasa tersebut (dan emang udah dapat perhatian pastinya – karena videonya dibahas dan dibicarakan dimana-mana : https://www.youtube.com/watch?v=4isOSntnpo8 meskipun dalam konteks pembahasan yang kontroversi *Nah, justru itu pointnya : kontroversi!) …tapi mengubah citizen journalisme?
Hhhm…
Tunggu dulu!
Citizen journalism hadir dari publik untuk merekam publik yang disiarkan di publik. Tentu saja device-nya, alat perekamnya memang muncul dari industri. Pabrik kamera Sony, pabrik kamera panasonic, canon DSLR, dll. Sekarang dalam kasus yang dilakukan si Chriss Barret, Google Glass lah yang jadi equipment untuk merekamnya. Sama kayak kita ngerekam peristiwa dari kamera balckberry atau Iphone atau Samsung android kita, hanya saja masalahnya… si kamera-kamera tersebut tetap saja dilihat sebagai kamera, sedang si google glass ini?
Dari artikel di wikipedia, saya jadi tahu kalau di beberapa tempat di amerika, Google Glass ini udah di ban sejak masa pre-release nya.
Caesar Palace – Kasino besar di Las Vegas bagian Negara Nevada, salah satu yang udah nge-ban produk ini, Presiden Obama juga yang termasuk dihimbau melalui petisi warga untuk tidak menerima dulu negaranya dijadikan negara pengkonsumsi si Google Glass sampai produk itu clear secara hukum tentang batasaan penggunaannya sebagai suatu produk teknologi. Di West Virginia, anggota parlemen Gary G. Howell juga menerapkan amandemen yang melarang penggunaan SMS selama mengendara, termasuk melarang ‘penggunaan komputer yang bisa dihubungkan dengan display yang bisa ditaroh di di bagian wajah dan kepala’.
Nah, si Google Glass sendiri sebagaimana bisa kita lihat, jelas-jelas ia adalah komputer dengan virtual retinal display dengan sistem Eye Tap – kamera mata dengan head-up display yang bisa melakukan tugas berganda. Bisa jadi kamera dengan kemamapuan menagmbil gambar 720p HD video yang bisa merekam selama 24 jam, berteknologi touchpad, dengan spsifikasi teknis yang sudah sangat canggih dan memiliki unit-unit :
- android
- 640 x 360 display
- 5 megapixel kamera, capable 720p video recording
- wi-fi sistem
- bluetooth
- 16 GB storage
- 682MB RAM
- dll penunjang seperti 3 axis gyroscope, compass, bisa gooogle map juga tentu nge-google hal-hal lain seperti nerima dan ngirim email atau nonton vodeo sambil kita tetap mobil dan jalan.
Fuiiiih….
Tidakkah ini bikin keringat kita dingin?
Benda kontroversi dengan peminat yang menunggu mengantri
padahal kegunaannya bisa sekali di gunakan dengan salah fungsi?
Arvind Raj. Dia seoarang VJ yang handal dan seorang citizen journalism yang tangguh. Mengkontribusi banyak video dan melakukan banyak editing hingga video aktivisme–nya tersebar dimana-mana di seluruh mayalsia. Dia tentu saja VJ yang sama dengan journalist lainnya, juga butuh uang buat makan keluarga dan video yang direkamnya memang merupakan video reportase yang memiliki nilai journalisme tinggi dan sangat layak untuk disiarkan serta disimak warga. Tapi tentu saja, Arvind juga bisa kapan pun dia suka, meng upload video-video nya begitu saja di youtube tanpa harus dia jual ke chanel televisi yang tak mau mempublikasi hasil videonya karena misalnya dianggap terlalu kontroversi atau dinilai ‘tak layak siar’ karena bertentangan dengan hukum Negara. Apakah Arvind akan dengan segera mengubah juga atau menambah salah satu equipment-nya dengan benda Google glass seharga 1500 USD ini di ujung kota KL sana? Perubahan apa lagi yang nanti kira-kira akan terjadi segera di depan mata karena hal-hal yang ditimbulkan oleh alat baru ini?
Benarkah dunia segera akan berubah menjadi dunia visual dimana semua orang bisa saling rekam dan saling bagi serta saling mengkorek-korek privasi yang di upload semena tanpa release concern di suatu ruang maya yang terlihat tak banyak orangnya tapi ternyata sangat riuh pemirsanya tersebut?
530.587 orang bukan angka yang sedikit!
Dan itulah sampai saat sahur ini, jumlah viewer yang telah melihat video Chriss Barret yang direkam dengan santai menggunakan alat serupa kacamata yang disebut dengan Google Glass yang sebentar lagi… pasti.. ya, pasti akan dengan cepat bisa dilihat berseliweran dipakai di Jakarta sini, once the product is alreday to sell worl widely.
termasuk mengubah orang-orangnya serta cara kerjanya juga.
Hmmm….

