Kepada pembaca
Mungkin kalian akan bilang aku bepergian awalnya sebagai orang yang tak tahu apa-apa, innocent, tapi kali ini, dibentengi pengalaman dan akal bulus, aku bepergian sebagai Tramp. Pejalan kaki. Berjalan tanpa arah jelas. (Tapi kesimpulan itu tidak tepat juga, dan pada saat yang bersamaan aku tidak utuh). Tak usah ditanya kenapa.
Saat aku memilih judul buku ini A Tramp Abroad, aku hanya berniat untuk menjelaskan keadaan perjalananku, dimana bagiku perjalanan ini adalah sebuah ‘jalan kaki’ melalui tanah-tanah asing— Tramp, perjalanan kaki; namun semakin sering aku berpikir betapa sedikitnya aku peduli hal hal yang membuat aku kurus saat aku bepergian, atau berapa lama suatu perkara membuat aku pergi melangkah–sejauh yang kutahu sebagai seorang pemalas yang selalu gembira, pemabuk liburan yang tak bertanggung jawab, maka makin kusadari bahwa dalam menggunakan kata ‘Tramp/pejalan kaki’ secara tidak sadar aku mendeskripsikan seorang pejalan sebagai ‘jalan’ itu sendiri. Ok, lupakan!
Pejalan kaki semakin banyak akhir akhir ini; mungkin saja mereka kini mayoritas; karena waktu dulu, Tramp (pejalan kaki) adalah presiden terpilih Amerika; seharusnya aku memiliki masa depan saat itu 😀
Aku pergi ke luar negeri untuk melihat negara-negara yang tak pernah aku lihat sebelumnya. Aku bermaksud untuk melintasi mereka dengan kaki. Pasti sangat banyak langkah yang harus diambil, tapi aku yakin dengan mendapatkan yang tertinggal di sana dan di sini saat aku begitu lelah, aku bisa melengkapinya. Menyelesaikan perjalanan kaki. Kalau berhasil, aku bisa memiliki satu hal yang dapat kusombongkan selama aku hidup: aku pasti dikagumi dan dipandang sebagai seorang yang telah mengkonsep dan melahirkan the most formidable projects of the age!
Tapi tentu aku bermaksud bersenang-senang juga, itu sama penting, dan aku mendapatkan keduanya. Aku sudah begitu lama bekerja; tak akan mungkin berjalan untuk merobekkan diriku sendiri melainkan tentu untuk mengistirahatkan diri. Aku sudah mematikan liburan yang memuaskan, lengkap dan elaborate—sebuah liburan berkeliaran di tempat terbuka dan bukan jalan di kota atau berkeliaran dalam gambar gambar di galeri.
Aku juga memiliki tujuan kecil yang gemerlap, tentu saja: menaklukan bahasa jerman, melindungi diriku dalam seni.
Mark Twain,
Paris, July, 1879
