Baw… (6pesan pendek dalam hujan)

*Pesan -1 Baw, perasaan-perasaan itu, kupikir seperti bulir beras sesaat sebelum ia tanak menjadi bubur. Ditambah air dengan jumlah takaran melebihi masa bulir, dan api yang memudarkan bentuk padatnya, beras-beras cair itu akan semakin menjauh dari forma mula. Hilang dan lupa pada bentuk awal ada. Aku tak mau perasaanku-perasaanku hilang seperti bulir beras yang menjadiContinue reading “Baw… (6pesan pendek dalam hujan)”

From Neil Gaiman To Melao

bodoh setelah nangis mulu karena melihat kematian gus dur detik perdetiknya di tv, melao – teman yang baru bertemu muka sekali, men-post sesuatu tentang cinta untuk saya. cinta di akhir tahun? desember adalah selalu musim rontok bagi sayadan neil gaiman bilang, dia benci cinta. sama, saya memiliki perasaan yang sama dengan dia, tentang cinta. untukContinue reading “From Neil Gaiman To Melao”

25 Desember…

Hari ini adalah hari tersebut: 25 Desember, hari ke 359 dalam hitungan kalender Gregorian–dimana tersisa 6 hari lagi hingga lengkap, suatu kurun waktu disebut satu tahun. Melacak tanggal ini dengan menggunakan keahlian Pak Wiki(pedia), saya menemui beberapa data tentang waktu: events, kelahiran, kematian, juga hari-hari libur di seluruh dunia pada tanggal 25 desember. Tentu sajaContinue reading “25 Desember…”

Padamkan Mataku

Padamkan Mataku Meski kau padamkan bara di mataku aku masih bisa melihatmu, Sumbatlah rapat telingaku aku masih mendengarmu, Tanpa kaki aku masih sanggup mendatangimu, Mulut tiada aku masih dapat memanggilmu, Potonglah lenganku aku masih sangup memegangmu, Hentikan jantungku maka otakku akan berdetak, Dan jika kau sulut otak itu, Kau bakal kupanggul dalam darahku! ___________________ *rainerContinue reading “Padamkan Mataku”

Hi Rudolf! *setelah 6 tahun berlalu* (Kita Tak Pernah Bisa Melewati Arus Sungai Sungai Yang Sama Untuk Kedua Kalinya, Begitu Ucap Herakleitos)

Tahun adalah seperti titik-titik hujan dalam hitungan umur dunia. Mungkin begitu saya bisa mengumpamakan cara saya menghitungnya pagi ini. Seperti hujan, tahun datang dan pergi, lengkap dengan segala cerita, latar belakang, serta musabab terciptanya iklim pada waktu itu. Rudolf. Begitu namanya. Di Lembur Pancawati, Itulah tempat kejadiannya. Dia santun, berambut ikal, umurnya mungkin 55-an. SayaContinue reading “Hi Rudolf! *setelah 6 tahun berlalu* (Kita Tak Pernah Bisa Melewati Arus Sungai Sungai Yang Sama Untuk Kedua Kalinya, Begitu Ucap Herakleitos)”

Warna Rambut Baru Gue

gue suka idenya. di label kotaknya tertulis kalau warna rambut ini ‘mud cherry’. gue nggak ngerti arti tepatnya, apakah cherry warna lumpur ataukah lumpur ke cherry-cherry-an yang artinya adalah coklat agak merah. bodo. gue bukan hair stylish. gue bukan ahli etimologi dan nggak gape bahasa enggris. gue cuma seorang yang selalu tertarik untuk bereksperimen. kaliContinue reading “Warna Rambut Baru Gue”

Kelas & Murid-Murid Gue

Kebanyakan mereka manggil gue teteh, sebutan untuk kakak ‘cewek’ dalam bahasa sunda. ada juga sih yang nyebut gue ‘ibu’, terutama si george yang anak manado dan nggak pernah bisa manggil gue teteh. Mata pelajaran yang gue ajar: scriptwriting dan directing the documentary. Adapun jumlah murid di kelas cuma 16 dan ceweknya satu orang doang, siContinue reading “Kelas & Murid-Murid Gue”

Imajinasi Pekerjaan…

Harapan besarku adalah untuk tertawa sebanyak aku menangis, untuk melihat pekerjaanku beres, untuk mencoba mengasihi semua orang, serta untuk kembali memiliki keberanian menerima cinta… *Maya Angelou – Penyair Amerika* Di atas itu adalah kutipan pagi yang saya dapat dari Pada Mulanya Kata, sebuah kolom di halaman A4, pinggir Koran Tempo Minggu. Kali ini, edisi minggu-nyaContinue reading “Imajinasi Pekerjaan…”

Dua Surat Untukmu, Yang Harusnya Kukirim Kemarin… (surat-1*)

Kemarin, harusnya kukirim dua surat untukmu.. Pertama, surat cinta yang samarKedua, surat tentang perasaanku yang selalu bercampur bila mengingatmu. Karena malam ini aku hanya punya waktu sedikit, maka inilah surat yang pertama yang harusnya kukirim padamu kemarin… surat cinta singkat yang mungkin tak berisi rayuan atau kata-kata gombal, tapi cuma sebuah surat cinta yang samar. tulisanContinue reading “Dua Surat Untukmu, Yang Harusnya Kukirim Kemarin… (surat-1*)”