BOOOO…Ini geli-geli gimana, gitu. Tapi lucu juga.Yang baca jangan sampe nangis ya ketawanya… Hihihi_________________________ 1. Cowok Dermawan:Mau pipis di WC Umum, pipisnya nggak keluar, tapi tetep bayar. 2. Cowok Pemabuk:Jempol kiri dipegang dengan tangan kanan, lalu pipis di celana. 3. Cowok Efisien:Udah kebelet pipis, tapi ditahan dulu sampai kebelet buang air besar, baru deh melakukanContinue reading “Tipe Cowok Dilihat Dari Cara Pipis”
Author Archives: Ucu Agustin
Catatan Tentang Piknik Yang Tak Menyenangkan I
Lelaki itu menyukai puisi seperti dia menyukai es krim. Puisi membuat hatinya meleleh bila ia sedang panas dan senyumnya rekah, meski ia tengah tak ingin. Dia juga menyukai kacamata pacarnya yang bertangkai hitam. Meski batang tebu—yang kulitnya telah dikupas—warnanya kuning agak kehijauan, tapi dia kerap membayangkan tangkai kacamata pacarnya adalah tangkai tebu. Kapanpun ia mau,Continue reading “Catatan Tentang Piknik Yang Tak Menyenangkan I”
Catatan Tentang Piknik Yang Tak Menyenangkan II
Lelaki itu membeli sebotol Chivas, memasukkan roti garlic panjang ke dalam keranjang, tiga butir apel Fuji, setengah kilogram anggur hijau berwarna segar dan empat butir telur rebus beserta dua bongkah besar kentang bakar. Bermaksud untuk membuat kejutan, di bawah Tupperware kentang bakar, diam-diam si lelaki menyelimuti sebuah puisi dan hendak membacakannya di depan sang kekasih,Continue reading “Catatan Tentang Piknik Yang Tak Menyenangkan II”
Catatan Tentang Piknik Yang Tak Menyenangkan III
“Kamu nggak senang ya, dengan tempat ini?” tanyanya. “Kebiasaan banget sih kamu, main sembarang tuduh saja.” Rosa tak suka kekasihnya tahu dengan pasti keadaan hatinya. “Nggak ada yang nuduh kamu, ah. Aku cuma bertanya kok.” Si Lelaki kini tahu pasti Rosa memang tak senang dengan tempat piknik yang dipilihnya. “Ya kalau kayak tadi cara pengungkapannya,Continue reading “Catatan Tentang Piknik Yang Tak Menyenangkan III”
Catatan Tentang Piknik Yang Tak Menyenangkan IV
Mereka berdua berada tepat di tengah taman. Sebelah barat lahan parkiran, sebelah timur kerumunan keluarga yang sedang makan si di resto franchise, sebelah selatan danau yang berkeriyap menyilaukan sedangkan sebelah utara adalah hutan yang akan dituju si lelaki—tempat mereka rencananya akan menghamparkan karpet plastik tipis, nanti. Bila dilihat dari tempat di mana jejeran warung franchiseContinue reading “Catatan Tentang Piknik Yang Tak Menyenangkan IV”
Catatan Tentang Piknik Yang Tak Menyenangkan V
“Plak!” Sebuah tamparan tiba-tiba mendarat di pipi si lelaki. Menyadarkan keadaan basah yang mulai menguyupi kemeja kasual dan tentu saja—celana dalam si lelaki dimana adik kecil di dalamnya telah mulai bandel dan mengeras Rosa berhasil berontak dari dekapan. Perempuan itu berlari menuju tempat berteduh terdekat setelah menamparnya. Nafasnya terengah, entah karena sisa ciuman yang atasContinue reading “Catatan Tentang Piknik Yang Tak Menyenangkan V”
Limun Jeruk & Tequila
Gadis itu mencuri papan tanda “KELUAR” dari gedung-gedung perkantorandan menggantungnya di atas setiap pintu di dalam rumahnya supaya setiap saat ia selalu memiliki jalan keluar Setiap senja ketika matahari terbenam ia naik ke atas atapBerkata pada temannya bahwa ia akan bermeditasi Padahal diam-diam ia membacakan seluruh berita kejadian hari itu pada langit senjaagar TUhan bisaContinue reading “Limun Jeruk & Tequila”
Memanggil Masa Kanak…
Kami bertiga.Aku di antara dua lelaki itu.Lelaki yang bukan lelaki(yang kenal gue pasti tahulah apa maksudnya.clue; tempat mangkal mereka di ohlala Thamrin bow… ;p) Taman Menteng jam 11.12 malam riuh dengan kegiatan bola-bola kaki dan bola tangan. Football. Basketball. Lampu sorot menyilaukan. Memerihkan mata dan membuat beberapa bayangan tampak seperti shiluet yang anehnya justra takContinue reading “Memanggil Masa Kanak…”
My beautiful dark angel…
Dark….your hair,your eyes,your brain,your nail, Black…your words,your spells,your dreams,your hope, *Come closer my beautiful black n dark hunter…Come quickly you slut – dark angel!
Putri Duyung & PEnata Lampu
Suatu malam ketika cahaya jatuh di kakinya, penata lampu itu terluka. Ia mendekat ke arah dermaga dan melihat laut tenang tak bergelombang. Seperti rambutnya yang bau udara garam, seperti rambutnya yang lusuh lurus tak bergelombang. Lelaki penata lampu mendekat ke bibir dermaga. Di balik gumpalan ombak malam yang landai tenang, seekor duyung berkelamin perempuan menahanContinue reading “Putri Duyung & PEnata Lampu”