O r i g i n s Cerpen Ucu Agustin Kisah ini telah kutitipkan pada batu, telah kubisikkan pada nyala lampu. Dan aku hampir saja lupa cerita kalau kau tidak mengajakku menatap larik langit pada senja menjelang petang, sesaat setelah hujan. Tak ada pelangi, ucapmu. Dan kubilang, Helios tugasnya telah usai. Sebentar lagi malam. MatahariContinue reading “O R I G I N S”
Author Archives: Ucu Agustin
Anak Yang Ber-Rahasia
Anak Yang Ber-Rahasia Cerpen Ucu Agustin Tahukah kau apa yang dilakukan orang-orang zaman dulu saat memiliki rahasia tapi enggan membaginya dengan orang lain, sementara ia sangat butuh untuk bercerita? Ia akan pergi ke hutan. Mencari batang pepohonan tertua dan lantas memilih salah satu di antaranya. Melubangi batang pohon itu dan membisikkan rahasia terdalamnya pada lubangContinue reading “Anak Yang Ber-Rahasia”
Aku Melihat Diriku Dalam Gelas Aqua
aku datartanpa jiwamengapung di antara volume airtak berusaha untuk menepikecuali membiarkan diriku tenggelam semakin ke dasar aku beningtapi sebenarnya nisbitak abaditak juga berubah aku hanya ingin tenggelammenjadi hantu yang bahagiamenjadi gelembung kosongyang memenuhi kerongkonganmumengaduk lembut saluran pencernaanmu Aku tertekukmelihat diriku dalam gelas aqua yang barusan kau teguk…
Aku berhenti jatuh cinta…
Pagi ini aku terbangun di antara pucuk-pucuk kesepian yang ranumOrang bergegas mengemasi harapan, mengira bisa menangkap masa depanpadahal takdir lebih sering berubah dari kulit bunglon, katanya… Dan aku tahu kau tetap disitu,Tak perduli Pada pagiPada harapanPada kesepianmu sendiri… Dan lantas aku membaca kisah ituTentang cinta dan seorang petualang Bagi seorang petualang, kekasih adalah juga sepertiContinue reading “Aku berhenti jatuh cinta…”
K A N A K A R
K A N A K A RCerpen Ucu Agustin Kanakar adalah bisik lirih seumpama bujuk pagi yang menyelusup lembut di hitam malam untuk pelan-pelan menguasai dan mengambil alih tahta dengan bantuan sinar fajar. Kanakar adalah saat bening embun di pagi bulan Januari yang berseri kehilangan pamor dan menjadi malu saat melihat cara kerja benih yangContinue reading “K A N A K A R”
His name is David
His name is David, Paul.Lesbian male styleJunkies bodyNggak ngerokok, tapi nyandu ganjaLong hair, diikat ke belakangBeautiful skinFlat face emotion cuma ingat ucapanmu, kalau tertarik sama straight guy, sms me, darling! dan dia cukup menarik Paul, terutama saat pertama kali melihatnya.tapi dia Leo, ternyata.dia juga nggak tertarik sama aku, sepertinya.so, should I leave him…?let him go…?Hhm…Continue reading “His name is David”
this ain’t a love song
sebuah sms kubikin: “Ada jakarta di kepalaku,dan kota itu seperti pan shabu-shabu hanamasa yang siap meledak tanpa daging asap atau sayur rebusan.Sedang sunyi sukabumi adalah menu penutup yang kulahap tanpa hidangan utama.Ada apa di jakarta?” sebuah sms kudapat sebagai balasan: “sepi tanpa dirimu.” aku tahu, jawaban itu bukan lagu cinta.cuma sebuah iseng yang berakhir padaContinue reading “this ain’t a love song”
I N D I G O
I N D I G OCerpen Ucu Agustin Dia tertidur sekarang. Lelap dan Lembut. Serupa rumput jepang yang diselimuti angin di antara hangat malam pekarangan depan yang dipenuhi sinar lampu taman. Rambutnya yang terpotong pendek membuatnya terkesan semakin mungil. Putri kecilku… Jangan tatap aku demikian.Adakah itu yang melintas di kepalanya saat ini? Aku tak memilikiContinue reading “I N D I G O”
Cerpen: Sepucuk Surat Buat Rudolf
Teruntuk RudolfCerpen Ucu Agustin Rudolf…, Belakangan di sini setiap hari adalah pagi. Mendung selalu saja menggelayuti langit kotaku meski semai hujannya terjadi jarang-jarang. Aku di sini sekarang Rudolf, jauh darimu jauh dari tempat di mana kita pernah bersama kemarin dulu. Namun meski kadang harus terhambat sebentar untuk memikirkanmu, tapi sungguh, kau jarang sekali bisa lepasContinue reading “Cerpen: Sepucuk Surat Buat Rudolf”
Hhm… Berondong? He he he…
Aih…kebayang nggak sih, gue digodain berondong?Hhhm… “Tomboy!” seseorang menyebut itu. Nggak tahu siapa yang dimaksud. Gue nggak noleh. “Tomboy!” seorang lelaki sekelabat gue lihat dari belakang windshield bus kota arah Manggarai-Pulo Gadung yang gue tumpangi. Kali ini gue mulai ngeh, anak cowok yang tadi ngetuk-ngetuk koin ke bus dan manggil-manggil penumpang itu, manggil gue. GueContinue reading “Hhm… Berondong? He he he…”