Cerpen: Wanita Yang Bersayap…

Memang, aku adalah wanita. Tapi aku bersayap. Sayap-sayapku kugunakan untuk berbagai kebutuhan. Ada yang dapat memanjakanku dengan kasih sayang, ada juga yang melindungiku dengan rasa aman. Bulu di sayapku begitu halus, hingga siapa saja yang tersentuh olehnya akan merasa begitu berbahagia. Siapa saja yang terserap padanya, akan merasa begitu nyaman dan terberkati. Bertahun aku mempelajariContinue reading “Cerpen: Wanita Yang Bersayap…”

Musim Aneh Yang Tuntas

Pagi tadi kutuliskan pesan padamu. Tentang sebuah musim aneh yang kini meruap dalam asap rokok yang kau hembus di teras depan rumah. Ada bau tertinggal di dalam kamar. Sangat dekat. Sedekat waktu kita bercakap, hampir berbisik, dari telinga ke telinga, sewaktu kusauh rambut perakmu dan kuucapkan begitu seksinya helai rambut putih itu. Menjela di antaraContinue reading “Musim Aneh Yang Tuntas”

DIa Ingin Bertemu Peri…

Dia Ingin Bertemu Peri Oleh: Ucu Agustin Langit masih merah kala Nenek mengatakan padaku hal Itu, “Peri bersemayam di sana, mengandung di akal kesepuluh, Bergelantungan meniti lembab udara” Ku tatap angkasa, sesuatu membersit di udara. “Itukah peri itu Nek?” Tanyaku dengan jenaka. “Yang kau lihat tadi adalah asap, sekelompok unsur yang tergusur. Sesuatu yang berubahContinue reading “DIa Ingin Bertemu Peri…”

hari yang sibuk

kukecup kesibukan yang merangkulku sejak pagi. kerinduannya yang mendalam membuatnya tak mau melepaskanku. erat, dia memeluk pinggangku. genit, dia sibuk menggoda pikiranku. Dan aku hanya mampu membalasnya. menandaskan setiap bulir gairah yang ingin ditumpahkannya. Jemariku terus bekerja untuknya. kepalaku terus berpikir tentangnya. hatiku tak bisa kuterbangkan ke tempat lain dulu. Ini waktu di mana kesibukanContinue reading “hari yang sibuk”

Never Grow Old…

Peterpan sudah jadi Peterman. Lupa cara terbang dan tak tahu lagi bagaimana harus berpikir bahagia. Namun aku akan selalu mengunyah daun srilililim. Kupetik dari dahan pohon awan terendah yang tumbuh di tepi langit. Membuat hatiku abadi, selamanya menjadi seperti anak kecil. Dan aku ingin selalu berada di tempat Tink menunggu Peter; Waktu antara tidur danContinue reading “Never Grow Old…”

Anak-anak dalam kepala

aku bunting anak-anak yang kukandung dalam kepala menyanyikan hymne Athena sebuah lukisan yang mereka bikin jatuh di dinding rahim cat merahnya mengalir pelan di antara lubang vagina meluntur di antara dua paha menjelma janin yang tak pernah lahir anak-anak dalam kepala senyum semurni susu rambut ikal selembut beludru mata kejora cahaya deretan bintang-bintang yang mendekatContinue reading “Anak-anak dalam kepala”

Terlalu mencintainya? Atau aku harus membayar kekacauan?

Kukira aku terlalu mencintainya sehingga begitu saja, dengan demikian mudah aku melepasnya. Tak ada sesal, tak ada airmata, tak ada kecemasan melainkan hanya kecewa yang sebentar lantas setelah itu sadar bahwa segala sesuatu pasti ada maknanya. segala sesuatu pergi, segala sesuatu kembali… Namun kukira mungkin tidak hanya cinta, tapi juga siapa tahu telah tiba saatnyaContinue reading “Terlalu mencintainya? Atau aku harus membayar kekacauan?”