Yang Terbengkalai….

Story 2 Terbengkalai Cerita tentang mereka:  Gadis-gadis kecil yang dilahirkan di tempat-tempat yang tak ada seserpih kasih.  Mereka tumbuh bersama orang-orang asing yang datang dan pergi… Gadis1: Dia dilahirkan di kapal ferry antar pulau.  Pada sebuah malam yang bagus, tanpa diketahui siapapun.  Ibunya konon pergi dengan gelombang pasang,  ayahnya sesekali menjenguknya dalam bentuk burung camar. Continue reading “Yang Terbengkalai….”

Pemuda Pulau Yang Jatuh Cinta…

STORY 1 Tentang pemuda pulau yang jatuh cinta dan patah hati berkali-kali.  Ia merasa dirinya seperti pulau, didatangi lalu ditinggalkan.  Ia selalu jatih cinta pada orang asing yang datang ke pulaunya.  Orang asing yang sendiri, tapi ketika perlahan-lahan ia mulai jatuh cinta pada si pendatang yang asing dan telah dibuatnya merasa bagai di rumah, iaContinue reading “Pemuda Pulau Yang Jatuh Cinta…”

Dialog

Ini adalah dialog fiksi: + apa katamu? satelit tidak mempunyai kesadaran?– menurutmu? + kau bicara tentang antropolgi kan? oke, bila kita sepakat kalau otak hanya bisa berfungsi bila ia seperti satelit: bertudung terbuka, demikian juga ia. antropologi menuntut pikiran terbuka dengan seseorang yang mau melihat dan mendengarkan, merekam dengan heran, serta bertanya-tanya akan sesuatu yangContinue reading “Dialog”

Anggrek Ratap Tangis…

Pada halaman statusmu kau tag kan sebuah foto dan serangkaian caption di bawahnya: Anggrek ratap tangissudah sebulan bunganya belum layu jugaKenapa menangis perlu waktu begitu lama? Latinnya grammatophylum stapelaeflorum, asal sulawesi. Kau bertanya tentang kenapa anggrek itu menangis untuk waktu yang begitu lama? Menurutku, mungkin karena apa yang diketahui tentang kesedihan, lebih sedikit dibanding yangContinue reading “Anggrek Ratap Tangis…”

foto & pohon *percakapan erik-tosca*

Erik Prasetya:trims tosca, aku sudah merasa perlu motret subjek-subjek yang kurang suka bergerak nih, maklum kecepatan mulai menurun. Tosca Santoso:cocok tuh. kalau pohon kan geraknya cuma karena angin. kecuali januari-februari, anginnya sering jadi badai. Bulan kemarin saja, di Sarongge hampir 50 pohon tumbang, nimpa pohon2 adopsi. Erik Prasetya:kacau juga kelakuan tuh pohon2. sekali gerak bikinContinue reading “foto & pohon *percakapan erik-tosca*”

Ignota

sayangku, suatu hari kau pernah bercerita tentang gelap di lorong mata para raksasa tentang hening di meja makan rumah ikan heringtentang ketakutanmu melihat dunia berjemari jahat yang beredar di jejuru kamarmu padamu, selalu kubilang, ‘jangan takut sayang… jangan takut sayang…’dan kau tahu aku selalu bisa kau andalkankujemput jejarimu dan telunjuknya kutekankan ke satu penjurusaklar yangContinue reading “Ignota”

Perasaanku Pagi Ini ~ *nobody’sperfect!*~

Orang-orang bilang…beberapa orang yang gue temui maksudnya, mereka terus-terusan bilang kalau blog gue “waaawww’ its really describe what is ucu’s inside…”. “Gilingan! si ucu ampppuuuuunnn…! Sekali baca aja orang langsung tahu elo, gitu. Apa yang lo rasakan, apa yang terjadi. melankolis melow masailow!” More or less, that was the common comments. Aku cuma ketawa IContinue reading “Perasaanku Pagi Ini ~ *nobody’sperfect!*~”