can we pretend that airplanes in the night sky like shootin’ stars?‘coz i could really use a wish right nowwish right nowwish right now… ~~~~~~~~~~~*malam itu begitu bagus. gelap yang pekat. pucuk-pucuk daun di hutan seperti jemari hantu yang ingin menggapai ujung malam. kaki-kaki lancip langit yang gelap tertisik bintang-bintang. mengajakku melompat membuatku ingin mengecupContinue reading “can we pretend?”
Category Archives: Uncategorized
kembali ke jakarta…
melalui perjalanan udara yang agak buruk dari aceh – polonia – jakarta, kini saya udah tiba jakarta lagi… panas yang lembab seperti biasa, udara ibukota yang gimanaaa… gitu, kini udah kembali menyentuh kulit lagi waktu transit di polonia, darwin di pesawat sms, minta guy-the cameraman untuk dia pake suting tanggal7/sabtu ini. lela juga sms, ngabarinContinue reading “kembali ke jakarta…”
Dancing With My Soul In Aceh..
bau kopi ini selalu enak, harum yang mengepul membawa jiwa-jiwa di dalam, melayang naik dan menari pelan. dengan chaotic, dengan lembut, dengan sederhana, dengan sepi yang teranyam dari suasana-suasana. aceh kini aku kembali lagi.. duduk menyandar di kursi merah di warung kopi De Helsinki, ini seperti minggu pagi yang lain di jakarta. dari pemandangan diContinue reading “Dancing With My Soul In Aceh..”
Ketika Bocah Perempuan Jadi Kuli Panggul
DENPASAR – Okezone, Selasa 20 Juli 2010 Dua gadis asal Kabupaten Karangasem siang itu tertawa renyah layaknya usia anak-anak umumnya namun dengan cekatan menjinjing mengangkat keranjang sebagai sumber periuk nasinya di atas kepala, guna menawarkan jasa angkat barang kepada warga yang berbelanja di Pasar Badung. Separuh lebih hari-harinya dihabiskan di pasar untuk mendapat pundi-pundi rupiahContinue reading “Ketika Bocah Perempuan Jadi Kuli Panggul”
Keong Racun..
hehe, telat!telat banget meski nggak telat telat amat juga siyh ternyata… baru tahu itu keong racun setelah beberapa minggu terakhir ini diomongin. apa siyh?apaan siyh?ih itu apalagi?lebih heboh dari ‘cinta satu malam’ nya melinda?halah….opo meneh to iki?gara-gara si atid ma si sally niyh…🙂 sehabis suting kartono mohammad, hari ini trus ke ZURA PICTURE. kebetulan tadiContinue reading “Keong Racun..”
talking to feransis
Minggu, 25 Juli, 2010 feransis ooh sedang offline. (11:53) Anda dapat mengirim email ke feransis oohferansis ooh (11:53): cuferansis ooh (11:54): blog kerenferansis ooh (11:54): blog loferansis ooh (11:54): kerenucu (11:56): waadddawwwwucu (11:56): bokis ah lo sis feransis ooh (11:56): beneranferansis ooh (11:56): cocok banget sama loferansis ooh (11:56): galauferansis ooh (11:56): feransis ooh (11:57):Continue reading “talking to feransis”
Bangun ah…
kau ada dalam mimpiku sebelumnya. tapi kini kupilih pisah. ups!bukan pisah, tapi BANGUN! itu lebih tepatnya. aku masih in limbo siyh sebenarnya. belum bisa benar2 bangun karena sebagian energiku masih tertarik di mimpi dalam tidur yang belum lagi lalu. aku juga masih kucek-kucek mata dan kadang berpikir untuk, ‘bobok lagi aaaahh…’. tidur dan bermimpi ituContinue reading “Bangun ah…”
Letter To Maria
dan Maria…,kehidupan terus berlanjutbanyak yang terjadi setelah itu namun pada dasarnya saya memang pemurung.saya selalu menulis dalam angle begitu.., langit mendung dan langit bermentari cerah kan selalu terjadi dalam hari-hari kita.. jadi bila kebetulan yang tertera di ‘daun kehidupan’ bernada sedih, mungkin pada hari itu langitnya memang lagi begitu… tapi meski pemurung, anehnya, kalau somedayContinue reading “Letter To Maria”
Mereka Datang Untuk Bangun. Realitas Mereka Adalah Mimpi..
In the beginingIt was an inception… Pada mulanya adalah dia (he) menanam impian ini padanya (to her). Katanya, dalam mimpi yang bukan mimpi tersebut, “…kita akan menua bersama..” Lalu dia (she) hidup dalam impian itu. Bergerak, bernafas, bermutasi, hibernasi. 5 menit di dunia mimpi adalah 3 detik di dunia bumi. Dan setiap hari impian ituContinue reading “Mereka Datang Untuk Bangun. Realitas Mereka Adalah Mimpi..”
To Melao (Tentang Cinta: Surat2an di Dinding)
Di Dinding muka bukuku, Melao menulis: “Ucu, aku mencintai dia. Sejak lama sekali.Besok dia menikah. Bukan denganku tentu.Aku harus bahagia kan Cu?” Aku membalasnya, bukan untuk menenangkan, tapi lebih seperti ucapan seorang teman yang berusaha bercakap dengan temannya. Dalam jarak jauh, dalam ungkapan yang seharusnya dan seperti yang biasa kuungkapkan pada seorang teman… : “wahContinue reading “To Melao (Tentang Cinta: Surat2an di Dinding)”