K A N A K A RCerpen Ucu Agustin Kanakar adalah bisik lirih seumpama bujuk pagi yang menyelusup lembut di hitam malam untuk pelan-pelan menguasai dan mengambil alih tahta dengan bantuan sinar fajar. Kanakar adalah saat bening embun di pagi bulan Januari yang berseri kehilangan pamor dan menjadi malu saat melihat cara kerja benih yangContinue reading “K A N A K A R”
Category Archives: Uncategorized
His name is David
His name is David, Paul.Lesbian male styleJunkies bodyNggak ngerokok, tapi nyandu ganjaLong hair, diikat ke belakangBeautiful skinFlat face emotion cuma ingat ucapanmu, kalau tertarik sama straight guy, sms me, darling! dan dia cukup menarik Paul, terutama saat pertama kali melihatnya.tapi dia Leo, ternyata.dia juga nggak tertarik sama aku, sepertinya.so, should I leave him…?let him go…?Hhm…Continue reading “His name is David”
this ain’t a love song
sebuah sms kubikin: “Ada jakarta di kepalaku,dan kota itu seperti pan shabu-shabu hanamasa yang siap meledak tanpa daging asap atau sayur rebusan.Sedang sunyi sukabumi adalah menu penutup yang kulahap tanpa hidangan utama.Ada apa di jakarta?” sebuah sms kudapat sebagai balasan: “sepi tanpa dirimu.” aku tahu, jawaban itu bukan lagu cinta.cuma sebuah iseng yang berakhir padaContinue reading “this ain’t a love song”
I N D I G O
I N D I G OCerpen Ucu Agustin Dia tertidur sekarang. Lelap dan Lembut. Serupa rumput jepang yang diselimuti angin di antara hangat malam pekarangan depan yang dipenuhi sinar lampu taman. Rambutnya yang terpotong pendek membuatnya terkesan semakin mungil. Putri kecilku… Jangan tatap aku demikian.Adakah itu yang melintas di kepalanya saat ini? Aku tak memilikiContinue reading “I N D I G O”
Cerpen: Sepucuk Surat Buat Rudolf
Teruntuk RudolfCerpen Ucu Agustin Rudolf…, Belakangan di sini setiap hari adalah pagi. Mendung selalu saja menggelayuti langit kotaku meski semai hujannya terjadi jarang-jarang. Aku di sini sekarang Rudolf, jauh darimu jauh dari tempat di mana kita pernah bersama kemarin dulu. Namun meski kadang harus terhambat sebentar untuk memikirkanmu, tapi sungguh, kau jarang sekali bisa lepasContinue reading “Cerpen: Sepucuk Surat Buat Rudolf”
Hhm… Berondong? He he he…
Aih…kebayang nggak sih, gue digodain berondong?Hhhm… “Tomboy!” seseorang menyebut itu. Nggak tahu siapa yang dimaksud. Gue nggak noleh. “Tomboy!” seorang lelaki sekelabat gue lihat dari belakang windshield bus kota arah Manggarai-Pulo Gadung yang gue tumpangi. Kali ini gue mulai ngeh, anak cowok yang tadi ngetuk-ngetuk koin ke bus dan manggil-manggil penumpang itu, manggil gue. GueContinue reading “Hhm… Berondong? He he he…”
Being Jobless & Being single (Hehehe diary)
Setiap hari adalah hari liburtapi anehnya tak ada satupun hari libur.rasanya jadi pengangguran busuk kok lebih capek dan lebih sibuk dari menjadi seorang pegawai tetap ya? this is a He he he… Diary ______________________________________ + hari apa yah, hari ini?– buset dah! + Setiap kan nggak ada bedanya sekarang bagi gue. every day is holiday–Continue reading “Being Jobless & Being single (Hehehe diary)”
Veronika
Dari Veronika aku tahu bahwa hal-hal baru dan benda-benda asing yang belum kuketahuilah ternyata yang membuatku akan tetap bertahan hidup. Aku akan survive dan stay alive dalam keadaan apapun selama dua hal itu (sesuatu yang baru dan benda asing yang belum kutahu) masih ada di dunia ini.Dan Halllloooooooooww….!!!!Betapa banyaknya benda asing dan hal-hal baru yangContinue reading “Veronika”
Sebuah Desa Di mana Langit Begitu Dekat
http://www.ucuagustinprosa.blogspot.com Di sini langit begitu dekat dan kabut bisa kau mainkan dengan ujung jarimu. Tak ada yang tak bisa disentuh, karena semua yang jauh tampak begitu dekat. Angin mendatangimu, matahari menyentuh pipimu, awan ada di ujung rambutmu dan bahkan kabut seolah bisa kau telan dan dia tetap bergumpal di dalam rongga dadamu, mengepulkan uap saatContinue reading “Sebuah Desa Di mana Langit Begitu Dekat”
Anak Alam….
BlogItemURL> http://www.ucuagustinprosa.blogspot.com “Aku ingin memilikinya meski cuma satu saja.” Bisik itu pernah tersembul tanpa sadar dari antara gumam tak jelas saat sebuah gambar muncul di tivi. Bayi-bayi dengan tangan kecil terkepal dan kulit lembut yang masih merah. Rambut-rambut halus kecil di kepala mungil dan bibir yang teramat tipis seolah akan meleleh bila sedikit air tehContinue reading “Anak Alam….”