Puisi Sambung: Hujan BUlan Juli

<a href="”>Link http://www.ucuagustinprosa.blogspot.com HUjan Bulan Juli (3) Memang ini hujan bulan Juli Tersenyum murung di antara kota-kota tua Membawa petir sampai ke ujung mematah rindu di tengah malam ada yang berderak serupa penyihir yang lelah, menggusur mantra menelantarkan kejaiban memucatkan rona di antara siraman hujan Dan ia telah sampai di ujung suatu akhir pada titikContinue reading “Puisi Sambung: Hujan BUlan Juli”

Cerber : Malaikat Sakit Hati (bag.1)

<a href="”>Link http;//ucuagustin.blogspot.com Hujan yang tipis mengantar seorang malaikat yang terluka hatinya mendarat di sebuah kota. Bangunan-bangunan yang catnya mengusam menyambut kehadiran malaikat sakit hati yang berkemeja kusut tersebut. Angin yang menerbangkan kertas-kertas dan aneka kotoran yang ringan mengucapkan salam selamat datang yang kecut, membuat malaikat itu cepat bersegera menuju suatu tempat. Bergegas ia masukContinue reading “Cerber : Malaikat Sakit Hati (bag.1)”

Aku Telah Belajar…

BlogItemURL> <a href="”>Link http://www.ucuagustinprosa.blogspot.com Aku telah belajar bahwa kau tidak bisa membuat seseorang mencintaimu yang bisa kau lakukan adalah mencintai seseorang, selanjutnya terserah mereka Aku telah belajar, tak perduli betatapun kau perduli, seseorang bisa saja tidak balas perduli padamu. Aku telah belajar, dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun sebuah kepercayaan dan hanya butuh hitungan detik sajaContinue reading “Aku Telah Belajar…”

Why Sly? (Tentang Nama)

BlogItemURL> <a href="”>Link</ http://www.ucuagustinprosa.blogspot.com Aku menemukan dia di sana. Pada list friendster seorang teman. kurus, berkacamata, biasa saja, tapi namanya indah. Sly…. Aku suka nama itu. Maka kubuat sebuah pesan. Ku lemparkan di ruang sibuk cybernetika, sebuah ruang maya yang lalu lintasnya tak kentara. Ucu Wrote: why sly? ku post dan lantas ku tutup windowContinue reading “Why Sly? (Tentang Nama)”

Kebun Ide

<a href="”>Link http://www.ucuagustinprosa.blogspot.com Kebun Ide Mungkin disana rumpunnya adalah naga, setengahnya berupa manusia. saat mereka menyerbu kepala, lantas teks terbuka dan jutaan cerita membanjir di pelosok dunia. Mungkin sungainya berair ilham, berwarna ungu laksana susu. Saat diserap, maka syair mengalir, lagu-lagu didendangkan di seluruh sudut malam. Mungkin bunganya mawar, bisa juga anggrek bulan, tapi mungkinContinue reading “Kebun Ide”

Cerita Mini : I’ve Been Already In Heaven & Hell

Rasanya aku bisa jatuh cinta padamu, sebab kau ingin mendengar ceritaku. Baiklah, beginilah kisahnya? Ketika malam menyemak dan yang tersisa tinggal lelah yang mengurap, aku pernah bertemu dengan salah satu dari mereka; penghuni Andromeda. Dia bertengger di atas pohon kelapa, dan aku menyaksikannya dari teras beranda. Dia terbang, mendatangiku tanpa sayap. Menghujaniku dengan senyumnya yangContinue reading “Cerita Mini : I’ve Been Already In Heaven & Hell”

Alasan filosofis mengapa berbohong itu tak perlu…

Kau harus jujur… BUkan karena berbohong akan menimbulkan berbagai konsekuensi yang tak menyenangkan (ini yang dikatakan kaum konsekuensialis), bukan karena orang lain tak akan menyukaimu jika kau berbohong kepada mereka (sesuatu yang dikatakan oleh penganut teori kontrak sosial), tapi karena berbohong adalah kebijakan yang inkonsisten. Jika semua orang berbohong, maka tak akan ada orang yangContinue reading “Alasan filosofis mengapa berbohong itu tak perlu…”

Cerpen: Saudara Kembarku

I Kalau ada daham-daham terdengar di malam hari, aku tahu itu saudara kembarku. Ia menanti di pekarangan, karena aku melarangnya masuk. Pernah dia begitu rindu kepadaku dan tiba-tiba hadir di tengah keluarga dan tamu-tamu yang sedang berpesta merayakan hari lahirku. Mereka semua berteriak ketakutan melihat ia duduk di dalam. Muka saudara kembarku sangat buruk. AkuContinue reading “Cerpen: Saudara Kembarku”

Cerpen: Yang Membatu

Abigailâl, Mengapa kau masih saja kembali mendatangiku setelah abad berlalu dan menjauh meninggalkan kita? Aku kini hanyalah seonggok batu yang kebetulan terpajang di salah satu etalase museum kotamu. Abigail, Percayakah Kau bahwa selama ini aku selalu menjumpaimu di seluruh dunia di mana aku dipindahkan dari tangan ke tangan untuk dipamerkan? Aku menjumpaimu dalam tawa seorangContinue reading “Cerpen: Yang Membatu”