Sekali pernah, aku menatapmuSembunyi-sembunyi dan merasa begitu maluDari kejauhan dan hanya ingin menghirup atmosfir hidupmuyang selalu terasa “meluap” dan “berlebihan” Tapi lantas aku terkesiap.Aku mampu melihatnya… Jejak pilu itu masih bernyanyiMengiringi setiap partitur memori Menengak tandas semua melodi cintamu yang tampak abadi Mungkin ini tak sepenuhnya benar:Tapi kutahu kau telah mengelilingi matahari sebanyak dua puluhContinue reading “Untuk Lelaki Berumur 22”