Tentang Kekasih Orang

agak nyebelin juga.

sementara harus konsentrasi penuh ke projcet dokumenter yang akan datang, di satu sisi yang namanya rasa dan hati nggak mau diajak kompromi.

ini memang rada sialan. agak bener-bener mengganggu dan bikin saya nggak tahu harus ngapain. sepulang dari bandung menengok kelompok lesbian di sana pada 21 juli lalu, saya tahu, pada hujan yang datang di tol cipularang, saya dah titip pesan. mencukupkan semua sampai di sana. main-main hati ini harus selesai sudah.

hhhh….
(lagi lagi menghela nafas panjang seperti biasanya)

saat saya tulis keterangan profile di facebook dengan
“ucuagustin is longing 4 somebody’s else lover. parah!*”
saya tahu itulah saat dan waktu dimana saya nggak bisa lagi nyembunyiin semuanya.

dengan profile itu saya bener-benerpengen bilang kalau:
hi there!
i’ve got a very big problem!

and it was parah!

dan tentunya sebagaimana yang telah saya ketahui sejak lama, yang parah-parah itu nggak baik buat kesehatan. entah kesehatan jiwa, badan maupun mental.

Ada dua hal besar yang sejauh ini selalu saya hindari berkenaan dengan lelaki:
1. nggak jatuh hati sama lelaki yang usianya berada di bawah saya
2. menolak jatuh cinta dengan lelaki berkekasih…

nomor dua…
saat ini saya lagi kena masalah berkenaan dengan lelaki nomor dua.

dia dah punya kekasih
dan sialnya saya lagi ada kerjasama dengan dia.
dia akan bikin foto dan ceritanya saya akan bikin teks dari gambar yang dijepretnya.
itu komitmen kerjasamanya.
tapi kini
nggak tahulah…
saya jadi serba salah

bisa aja sih saya cuek dengan keberadaan ceweknya. toh selama ini kalau dia cerita juga yang diceritain adalah melulu tentang cewek yang pernah jadi mantannya. tapi saya tahu tentang sebuah pengalaman. sewaktu kecil saya pernah berada di sana. keadaan dimana seorang perempuan memiliki kekasih dan kekasihnya diambil orang. pengalaman masa kecil yang membuat rasa keberpihakan saya terhadap perempuan jadi menebal. membikin saya selalu memiliki dinding sisterhood yang tebal terhadap para perempuan.

yup.
saya suka dia
soal dia suka saya atau nggak itu urusan dia. saya nggak perduli
masalahnya adalah ada perempuan lain
dan itu bikin saya jadi ngak enak
membuat saya berasa jadi sesuatu yang jahat

mau tahu alasan kenapa selama ini saya mengiyakan saja
semua ajakan project foto-teks bareng dengannya?
yup!
karena saya senang aja bareng sama dia
namanya juga orang suka

angin lewat atau suara lagu dari radio lama pun bisa berubah bagus dan terdengar indah. pemandangan nggak sempurna pun jadi tampak elok-elok saja kalau lagi sama dia. dia. tukang foto yang cara pikirnya kerap naif dan orangnya agak keras kepala. yang matanya bagus dan bikin saya inget tentang hutan sehabis hujan. yang senyum gelonya kadang saya pikir ada kemiripin dengan saya. anak aneh yang rada suka coba-coba tapi ketahuan banget sebenarnya dia maunya main aman-aman saja…

hhhh….
*hela nafas panjang lagi

semalam saya dah hapus nomor telpon dia dari phonebook saya
saya nggak mau lagi ah menghubunginya

mau…
tentu saja mau banget sebenarnya
tiap malam tiap hari menghubungi juga amat sangat nggak bermasalah sebenarnya
justru itu mau saya
tapi…

dia lelaki berkekasih
maka lebih baik saya harus pergi saja sepertinya…

hiks
sedih

Published by Ucu Agustin

Indonesian documentary filmmaker based in Washington DC, United States, and Jakarta, Indonesia.

5 thoughts on “Tentang Kekasih Orang

  1. Eh, kok bs nyasar kesini yaa???Puasa gini pualing ueenak mang ngabuburittt… “ngabuburiit ke blog org”… dari pada tidur kan mending silaturrahmi, tambah knlan tambah pahala….Huhuu.. lam knl yeaaa!!!

    Like

  2. keberanian selanjutnya, setelah pengungkapan di sini, adalah cerita langsung ke subyek cerita. itu kalau penasaran segera ingin tahu arah cerita … tetapi ada juga loh, yang sengaja melama-lamakan cerita .. karena enjoy banget dengan prosesnya.which are you?

    Like

Leave a comment