Padamkan Mataku

Padamkan Mataku
Meski kau padamkan bara di mataku aku masih bisa melihatmu,
Sumbatlah rapat telingaku aku masih mendengarmu,
Tanpa kaki aku masih sanggup mendatangimu,
Mulut tiada aku masih dapat memanggilmu,
Potonglah lenganku aku masih sangup memegangmu,
Hentikan jantungku maka otakku akan berdetak,
Dan jika kau sulut otak itu,
Kau bakal kupanggul dalam darahku!

___________________
*rainer maria rilke*

musim panas/musim gugur 1899


Published by Ucu Agustin

Indonesian documentary filmmaker based in Washington DC, United States, and Jakarta, Indonesia.

One thought on “Padamkan Mataku

Leave a reply to ucuagustin Cancel reply