ah baw…
kalau itu cuma tentang keingin berakhir saja aku paham
setelah permintaanku untuk kamu supaya stay, ditolak, aku ngerti…
aku nggak mungkin lah minta-minta lagi. gengsi. lagian aku melakukan itu cuma pertama kalinya seumur hidupku. dan kupikir waktu itu aku udah gila banget! hehe.. nggak pernah aku merendah seperti itu sebelumnya, baw. dan aku mampu melakukan itu karena aku telah belajar tentang sesuatu. pelajaran sangat berharga bagiku tentu, tapi kutahu kamu pasti masih belum sampai di level itu…
tapi harusnya kamu kasih waktu juga dooong buat aku supaya aku ngerti kamu atau sebaliknya, kamu bikinlah aku mengerti… nggak di cut langsung kayak gitu seolah aku akan mudah pindah scene tanpa menoleh ke scene sebelumnya.
nggak bisalah baw…
aku juga butuh transisi
aku juga butuh ‘pengetahuan’
dan harusnya kamu bantu aku…
nggak membiarkan aku seperti itu..
nyari2 tahu alasan kamu pergi yang sebenarnya, sendirian
sedih2 sendiri
marah2 sendiri
merasa shock2 sendiri…
in that way…
cara kamu minta pisah, sungguh2 jahatlah baw.. seenggaknya, saya belum pernah dibegitukan sama orang sebelumnya. ….atau, saya juga nggak pernah bertindak se-afghan itu ke orang, …maksud aku, aku nggak pernah se-sadis (afghan kan nyanyi lagu ‘sadis’, remember? 🙂 itu memperlakukan orang.
kalau ada orang dekat yang aku tinggalkan, ngerti lah aku kalau ada saat2 orang yang pernah dekat dengan kita juga nggak bisa se-drastis itu kita tinggalin. nggak bisa se-ekstreem itu kita menghilangkan ‘hati’ kita padanya, meskipun mungkin memang pada kenyataannya kita sudah tidak punya ‘apa-apa lagi’ untuk dia karena berbagai alasan… (entah untuk nggak nyakitin dia, entah untuk bikin supaya dia nggak nyakitin kita lagi, etc)
dan baw,
untuk masa yang akan datang,
kalau boleh kusarankan…
jangan kayak gitu lagi yaks
jangan kayak gitu perlakuin orang yang pernah memberimu ‘magic’ siapapun orang tersebut yang kelak akan kamu temui di depan…
karena kutahu kamu manis dan baik
karena kutahu kamu konyol dan lucu
karena kutahu kamu kerap bikin aku terharu
karena ku tahu setiap melihatmu sebagai si ubur-ubur yang suka tidur aku maunya cuma melukin kamu aja.
habis kamu kadang bodoh dan tolol siyh
habis kutahu…, kamu pada dasarnya penyayang dan nggak tegaan.
jadi ke depan bila kamu ketemu sama orang yang kamu sayang
jangan bersikap kayak orang HEARTLESS, abaw
yah?
kamu bukan monster, abaw anak manis yang menyenangkan
kamu selalu mampu bikin aku ketawa
abaw kalau lagi gelo juga amat mengesankan
bikin selalu takjub kalau kamu lagi bilang “wadawwww, waaaa… waaa… wadaaawww’ sambil menggeleng2kan kepala ala orang senewen, (ahahaha) dan yang paling penting…, abaw baik banget. so nice.
kalau mau jujur, di antara barisan lelaki-lelaki yang pernah aku temui, abaw adalah orang dengan emosi terstabil yang pernah aku kenal meski usia kita tertaut 9 tahun. aku lebih tua dan abaw lebih muda dari aku. dan dalam kondisi apapun, bagiku nggak berubah. kamu adalah abawku. si anak bawel yang bikin aku nyaman banget dan dengan cara yang ngak sadar, sedikit demi sedikit bikin aku -saking nyamannya- menyandarkan diriku tanpa kontrol ma kamu. abaw membuat aku perlahan-lahan kehilangan kendali atas otoritasku sendiri.. tanpa kusadari, efeknya akan begitu demikian ngeri.
kalau lagi ada masalah, aku ngadu langsung ke abaw
kalau lagi seneng, aku cerita langsung ke abaw
kalau lagi marah, aku marah langusng ke abaw
kalau lagi berada di tempat yang bagus, aku laporan langusng ke abaw…
pinginnya abaw ada sama-sama aku di sana, di tempat bagus itu
kalau lagi capek dan sakit, aku menumpahkannya langusng ke abaw..
dan celakanya, aku hilang kontrol. lupa kalau itu adalah bahaya. lupa kalau itu nggak boleh dilakukan. lupa kalau aku dulu pernah melakukan itu, dan ketika orang tersebut nggak ada dan hilang… hancur minahlah aku!
sialan baw..
kenapa aku bisa lupa yah?
kenapa sama kamu aku begitu nyaman yah?
kenapa berada bareng kamu, bisa bikin aku kehilangan kesadaran untuk bangun BENTENG PERTAHANAN DIRI yang biasa kubangun kalau aku lagi sama orang-orang?
ah baw,
kamu penjahit hati itu
ismaelku…
penjahit vermak levi’sku…
yang sempat datang menjelma dari cerita fiksi
turun datang menyambangi aku yang putus asa dan lagi stuck in reverse waktu itu
lalu pergi lagi dan bikin aku teriak-teriak untuk pertama kalinya dalam hidup ku yang penuh pride dan gengsi tinggi:
‘jangan tinggalin aku…, jangan tinggalin aku…,
gimana aku kalau kamu pergi?
gimana hidupku kalau tanpa kamu?’
hehe…
padahal kita semua tahu,
kita memang nggak bisa menggantungkan hidup ke orang lain
kalau kita ingin menggenggam kebebesan dan nalar, kita tetap harus menjadi diri kita sendiri.
ck, harusnya mungkin kutulis kata-kata di tembok itu lebih besar lagi ya baw.
kata-kata yang pernah kamu baca juga :
DIA MAHLUK MERDEKA BEGITU JUGA AKU…
yaks
harusnya aku nggak bergantung secara emosi padamu
waktu itu
karena kamu adalah penjahit hati
dan harusnya kutahu tugasmu pasti banyak
hati-hati yang rusak, tentu saja bukan cuma hatiku
tapi juga hatimu bisa rusak bila ak tak menjaganya
bila aku tak menghargainya..
maafkan aku yah abaw,
kalau dalam lembar pertemuan kita, kamu pernah sakit hati
kalau dalam persentuhan kita aku pernah bikin kamu muak dan mau muntah banyak2 juga..
karena ketika kini semuanya udah berlalu,
aku kerap cuma mau senyum-senyum saja bila mengingatmu.
mengingat bagaimana aku pernah begitu terharu melihatmu memanggul kasur pompa itu demi mengikuiti imajinasiku yang pengen ngobrol sambil dibelai udara malam dan duduk di beranda depan hingga kita bisa lebih dekat dan lebih bebas melihat ke bintang-bintang tanpa ada langit-langit rumah sebagai penghalang.
mengingat bagaimana obrolan-obrolan maya kita yang begitu menggebu dan patah hatimu yang sedang terjadi dan kuhibur dengan ketawa-ketawa konyol yang mungkin kita butuhkan saat itu.
mengingat bagaimana magic-magic itu bekerja dan terus bekerja, membuat kaki-kaki kita tak henti saling mencari meski ada orang-orang lain hadir tiba-tiba di antara kita.
mengingat bagaimana aku yang bodoh dan tak sabaran mungkin kerap melecehkanmu dan pelan tapi pasti kamu menghitung kesalahanku satu demi satu tanpa kutahu dan lalu kamu membalasnya (sewaktu kita kerja bersama di malaysia).
mengingat tawa-tawa kita yang kerap keluar berderai kayak tawa anak kecil kalau kamu atau aku “meng ‘brrrrrrrrbbbbrrrrrr’ ” masing-masing tangan atau kaki kita satu sama lainnya. (ahahaha)
mengingat betapa kamu berubah terlalu banyak dan terlalu cepat saat kembali lagi ke yogya sepulang dari perjalanan kita malaysia.
mengingat betapa aku shock menerima pesan pendekmu yang tak kusangka akan kau kirim demikian dari bali dan selembar demi selembar halaman buku kisah kita mulai memburuk dan semakin buruk dengan cepat setiap harinya.
mengingat mungkin sebenarnya…., memang seharusnya….
ya, mungkin saja kamu benar bahwa antara kita tak pernah ada apa-apa karena kamu nggak pernah ada apa-apa padaku selama itu sebenarnya…
namun abaw…
apapun yang telah terjadi.
aku dengan tulus mau bilang makasih padamu.
setelah semua magic itu
setelah semua perkara sedih itu
setelah semua kemarahan itu..
setelah waktu bikin nalarku balik lagi ke kepala dinginnya,
sekarang aku cuma mau merangkulmu saja
merangkulmu dengan hangat dan tertawa lagi sebagai sahabat
karena aku telah mengerti arti the power of goodbye
goodbye yang sementara saja untuk cuma supaya ada space
hingga kita melihat segala hal lebih jernih lagi.
goodbye yang seperti tante madonna bilang…,
akan membawa kita pada pelajaran sementara. pelajaran tentang:
Freedom comes when you learn to let go
Creation comes when you learn to say no
aku mengerti arti kata “NO” mu
aku mengerti arti kata, “PERGILAH‘ milikku, yang kuucapkan untukmu waktu itu
bukan kata ego
bukan kata pisah
hanya sampai ketemu
makasih pernah tertaut begitu indah denganmu di kehidupan yang lalu
you are beautiful
dan tak terganti
setiap orang yang cuma hanya satu di dunia, tak akan terganti.
abaw, makasiyh yaks, buat pelajaran-pelajarannnya.
You were my lesson
I had to learn
.… ah baw, harusnya kita main-main aja yang banyak yah?
main dan terus main dan bermain-main kayak anak-anak dalam gambar di atas…
:p
~ its almost two weeks after you say goodbye at may24th ~
now…,
i’m playing alone, deh baw..
since you know that i’m afraid to be alone…
yah gitu deh…



eh ada dings…aku dah menulis tentang si abaw di rumah blog-ku ini. hehe… (*baw… 6 pesan pendek..)
LikeLike
happiness is a warm gun *the beattles*
LikeLike
terakhir, tanggal 13 September 2012 – gue akhirnya sadar ini tulisan jelek banget yak? sok mau manis dan sok mau berdamai-damai gitu. seolah dunia indah dan nyaman, bahagia dan penuh kerukunan. padahal gue diperlakukan kayak taik: masa putus lewat telpon? di saat dia udahounya gebetan pulak! faaaak banget dag niyh laki nggak tahu berterima kasih satu ini. Dan kalau ingat peristiwa itu sekarang – 2 tahun dari waktu itu, inilah yang sekarang yang gue rasakan secara jujur: GUE NGERASA KETEpu! GUE NGERASA KETEMU SAMA ORANG BODOH! LO TUH COWOK PALING BODOH YANG PERNAH DEKET MA GUE! SHALLOWWWWW!!!! *SERIOUSLY! – dan gue nggak pernah pengen ngelihat muke lo lagi dalam idup gue. Elo tolol, dan saat ini gue nggak nyesel dan justru malah lega nulis begini, karena memang kenyataannya – terakhir, inilah yang gue rasakan. GUE MUAK SAMA KE SOK INNOCEN-AN ANAK DAERAH YANG AKHIRNYA TERNYATA KETAHUAN: MANIPULATIF! LO PERLAKUIN GUE KAYAK TAIK!AND SOMEDAY, WILL COME THE TIME, LO AKAN DIPERLAKUKAN KAYAK TAIK JUGA!_AmeN_(ini perasaan gue saat ini, mungkin tahun depan berubah lagi. hehe. who know! :p)*UCU
LikeLike
Ini tanggal 15 November 2012…Ahahahaha!Ini apa siyh, aku berdialog dengan diriku sendiri yak?diri yang jadi fasilitator transformasi konflikdan diri yang masih marah di -dua tahun kemudian setelah peristiwa.ahahaha!nggak apa-apa, nggak apa-apa.ini negara merdeka. demokrasi menjamin warganya untuk berhak marah-marah di blognya sendiridanjuga gila nggak jelas memperlihatkan sakit jiwanya di blog nya masing-masing.hihihihanya saja, menyaksikan diriku sendiri berdialog dalam waktu yang berbeda begitu.. kok terasa geli yak. dan aku tak berniat menghapusnya sama sekali. waktu adalah jejak. biarlah semuanya memiliki tapak.
LikeLike
2020??
LikeLike