Semakin tua, mungkin kita semakin sensitif…
Luka bisa semakin nyata dihayati. Mengenang orang atau terkoneksi dengan orang-orang yang memperantarai luka atau pelaku kedukaan itu sendiri, baik mereka yang di masa lalu maupun mereka di saat ini, adalah hal yang rasanya berpotensi mengundang luka ketika gue harusnya menikmati secangkir kopi dan kejenakaan sebongkah kue yang membantu gue untuk lebih menyesap keindahan senja. Meski senja tersebut… menjulang pada hari yang muram.
Orang-orang yang kita temui…,
Kalian hanya sebuah fase
Rangkaian proses
Sakit dan bahagia yang menyumbang untuk perkembangan
Menuju dewasa itu menyakitkan
Yup!
Menjadi dewasa itu sakit
Growing pain
Pahit
Karena itulah jarang ada manusia yang tahan dan awet menjadi dewasa
Tak ada mahluk yang tahan lama terhadap sakit dan rasa pahit
Tahu apa yang paling ingin gue awetkan bila ada sensus tentang hal idaman yang paling diinginkan?
Hal yang ingin dia ada lama bersama dan menyertai kita?
Gue mau itu; ingin dewasa
Gue ingin ada terus bersama dewasa yang bijaksana
mengawetkan kedewasaan
Tak ada kadaluarsa
*catatan tertinggal dari Januari, 23, 2011*


Dear Mbak Ucu,Membaca tulisan ini inspiring banget, aku sampe berkali-kali mbacanya… Mohon izin untuk copas di blog aku yaa… tentunya dengan mencantumkan link blog nya Mbak Ucu…Salam…
LikeLike