Ada batas tipis antara sepi dan tawa
semuanya ter-marka di dada
Malam itu, ketika sapardi berkata tentang patahan dan pahatan puisinya di salihara, bibir saya terkadang bisa tertawa. tapi ketika saya melihat hasil tawa saya yang terekam di lensa obscura, saya tahu, sepi dan sedihlah yang membenam banyak di dada saya.
how i hate to smile, now…
sebab,
Duka-mu abadi?

Kok ribet ya bo… Declare Independent! Haha.. Bjork banget.
LikeLike